The Peak Hours

Salam & hi,

I missed my February entry. Loads of things happening around, yet no good time and mood to write. A week ago, i officially ended my Medicine rotation as a medical student with Neurology being the last.

I can’t believe that i ended it. My knowledge is still far away below the competency to be a safe doctor.  Now, i strongly feel the urge to optimize my knowledge and time before my final exam.

And now i am doing the super busy rotation of Surgery.

Being the final year student, only now I can see the beauty of learning process in medicine from Year 1. Its  the beauty that i need to discover and revise back to make everything to become practical.

Physiology, without this i will hardly understand Pathology and Pharmacalogy.

Anatomy, things that your eye can see only if the brain working to see it.

Histology, i hardly put my interest on tiny things which determine the prognosis of my patient.

“O Allah, Please ease my work, ease my time, ease my exam, ease everything for me. Guide me so that i can be a good muslim doctor.”

With big name comes big responsibilities.

“Knowledge and attitude comes together. You do not need a brilliant people to be a doctor, but you need the right attitudes and hardworking to be a good doctor. ” Dato’ Jahizah, Consultant Anaesthetist in PGH.

“You must learn fast to be a good doctor. Do not kill the patient.”-Dr. Luah.

I am learning and i hope i will be safe. I don’t want to be a killer.

To my mates, lets do it!

Dari Ibnu Ibnu Umar r.a katanya: rasulullah S.A.W memegang bahuku lalu ia bersabda:” Hendaklah engkau berada dalam dunia seolah-olah engkau orang berdagang atau orang yang sedang melalui di jalan (pengembara)”. Dan adalah Ibnu Umar r.a berkata:”Jika engkau berada di waktu petang, maka janganlah engkau menunggu pagi; dan apabila engkau berada di waktu pagi, maka janganlah engkau menunggu petang. Dan gunakanlah dari sihat engkau bagi masa sakit engkau dan dari hidup engkau bagi masa mati engkau. (Al-Bukhari)

Nota:

1. Dunia adalah tempat untuk manusia beramal dalam sekian waktu yang ditentukan dan bukanlah tempat untuk bermukim, bersenang lenang sepanjang hayat kerana kedudukan seseorang itu di dunia ini adalah seperti pedagang atau pengembara yang akan pulang ke kampung halaman tempat asalnya iaitulah alam akhirat yang kekal abadi.
2. Untuk itu, tiap-tiap amal ada waktunya di mana apabila luputnya waktu sesuatu amal belum tentu waktu itu akan berulang kembali. Oleh itu orang yang mengerti nilai waktu akan menyedari bahawa waktu itu sebenarnya adalah umurnya yang jika habisnya suatu detik waktu maka berkuranglah jangka hayatnya dan berkurang pula tempoh amalnya. Selepas itu kekecewaan dan penyesalan tidak berguna lagi.
3. Oleh itu seseorang yang inginkan kebahagian yang kekal abadi hendaklah memelihara waktunya daripada terbuang dengan percuma atau sebelum tiba waktu yang menghalang seperti sibuk, sakit dan sebagainya.

Wallahua’lam.

1 Comment (+add yours?)

  1. nadhirah ib
    Mar 04, 2010 @ 12:26:19

    wah. dah final year. tak payah tunggu final, ni second year baru hargai anatomy time surgery. susahnnye kene revise balik. lupe sudah.
    haha
    anyway goodluck and all the best!

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: